Arti dan Makna
Produktivitas
----------------------------------------
Mungkin kita terbiasa untuk
menuntaskan apa yang
semestinya kita kerjakan setiap
hari dengan berkerja keras di
akhir pekan. Namun sahabat,
bukan itu makna dari tujuh hari
dalam seminggu.
Ketika seseorang ingin sembuh
dari penyakit, ia harus minum
obat setiap hari; bukan dengan
meminum seluruh dosis di akhir
pekan.
Begitu pula agar seorang siswa
dapat naik kelas, maka ia harus
mengerjakan pelajaran dan
belajar setiap malam; bukan
membaca bertumpuk buku
sehari menjelang ujian.
Ini adalah prinsip sederhana dari
produktivitas.
Produktivitas bukanlah sekedar
menghasilkan apa yang dapat
kita hasilkan sekarang atau esok.
Namun, produktivitas adalah
menjaga agar manfaat dari hasil
itu bisa diperoleh sebaik-baiknya
hingga di masa-masa
mendatang. Mungkin anda bisa
menghafal semua pelajaran anda
dalam waktu semalam, namun
jangan menyesal jika itu hanya
bertahan semalam pula. Karena
itu, produktivitas selalu
berkenaan dengan waktu.
Sedangkan waktu adalah
ketekunan, kesabaran, dan
ketahanan diri.
Apakah Anda Berpotensi
menjadi Pemimpin?
----------------------------------
Mari sejenak kita merenung
sambil mencoba menjawab lima
buah pertanyaan yang diajukan
oleh Donald A. Laird, seorang
psikolog, berikut ini;
1. Apakah Anda mampu
menegur tanpa menimbulkan
kemarahan?
2.Apakah Anda mampu menolak
tanpa mengecilkan arti?
3. Apakah Anda mampu tertawa
bersama bila kelucuan itu
menyangkut
diri Anda sendiri?
4.Apakah Anda mampu
memelihara semangat jika
menghadapi suatu
kegagalan?
5.Apakah Anda mampu tenang
jika harus menghadapi situasi
darurat?
Pertanyaan di atas merupakan
cara pengukuran yang
sederhana untuk menilai apakah
seseorang berpotensi untuk
menjadi pemimpin. Apabila
jawaban anda adalah “mampu”
untuk semua pertanyaan di atas,
maka anda mempunyai potensi
untuk menjadi seorang
pemimpin. Selamat!
Bawaan Lahir atau Bisa
Dipelajari?
------------------------------------
Pertanyaan-
pertanyaan
berikut cukup
menarik dan
banyak menjadi
bahan pemikiran
para ahli. Apakah
seseorang memang dilahirkan
sebagai penjahat?. Sungguh
adakah orang yang dilahirkan
sebagai pemimpin?. Bila anda
terlahir pemalu, bukankah itu
berarti anda menjadi pemalu
selamanya? Pertanyaan-
pertanyaan semacam itu juga
berkembang di berbagai bidang
psikologi, seperti misal, apakah
intelegensi sudah ada sejak lahir
– sebagai sifat bawaan si anak –
atau dapat berkembang melalui
pola pengasuhan yang tepat.
Silang pendapat ini dikenal
sebagai perdebatan “bawaan –
perkembangan (nature –
nurture)”. Semua jawaban yang
pernah diberikan tidak
sepenuhnya menjawab
pertanyaan-pertanyaan
tersebut. Namun demikian,
dalam kaitannya dengan
bersikap positif ini kita
mengetengahkan empat asumsi
yang merupakan tema
pembicaraan.
- Sikap Positif bukan bawaan
lahir;
– Sikap Positif bisa dipelajari;
– Sikap Positif adalah pilihan;
– Kita bisa mempraktekkan
sikap positif, bisa juga tidak
– itu pilihan anda.
Keempat asumsi ini penting bagi
pembahasan kita, karena jika
anda tidak sependapat bahwa
sikap positif merupakan sesuatu
yang adapat anda pilih, maka
kecil kemungkinan bagi anda
untuk berubah.
Bila anda masih ragu-ragu,
cobalah mengerjakan latihan
berikut ini:
1. Renungkan sejumlah aspek
kehidupan anda. Berilah
jawaban, apakah sikap anda
sekarang ini memang karena
anda terlahir demikian; atau
semata-mata merupakan hasil
pelajaran atau
2. Pengaruh yang anda terima
3. Atau merupakan campuran
antara sikap bawaan lahir dan
perkembangan kehidupan
anda ?
Cara anda mengambil keputusan
[1] [2] [3]
Sikap anda terhadap uang [1] [2]
[3]
Sikap anda terhadap ras [1] [2]
[3]
Pendapat anda mengenai
masalah lingkungan [1] [2] [3]
Rasa humor anda [1] [2] [3]
Selera musik anda [1] [2] [3]
Semangat dan energi anda [1]
[2] [3]
Surat kabar yang anda baca [1]
[2] [3]
Pada dasarnya, cara anda
berpikir, selera dan sikap politik
anda adalah hasil belajar dan
akan terus berkembang selama
hidup. Sedangkan rasa humor,
semangat dan energi anda –
yang merupakan sedikit
campuran antara bawaan lahir
dan pilihan – merupakan
pengecualian.
Mungkin anda berpendapat
bahwa semua ini agak ekstrim.
Bila anda yakin bahwa sikap
positif atau negatif adalah
bawaan sejak lahir, dan
kebetulan anda sendiri atau
karyawan anda mempunyai
sikap negatif, maka tidak ada
sesuatu pun yang dapat
dilakukan untuk mengubahnya.
Sebenarnya tidaklah demikian.
Memang faktor genetis juga
berperan. Sebagian besar orang
bisa menyanyi, namun sedikit
sekali yang mampu melantunkan
lagu sekaliber Ruth Sahanaya.
Banyak orang bisa menggambar,
namun hanya segelintir orang
yang mampu menggambar
sebagus Basuki Abdullah. Semua
orang bisa berlari, namun hanya
sedikit sekali yang bisa menjadi
pelari kelas dunia.
Sekali pun demikian, melalui
praktek dan latihan kita akan
mampu menyanyi lebih baik,
menggambar lebih baik atau
berlari lebih cepat. Jadi dengan
bersikap positif, anda akan
dapat menjadi semakin baik
dalam hal-hal yang anda geluti.
Sebagai langkah awal, anda perlu
bersikap positif pada
kemungkinan terjadinya
perubahan.
Sikap positif dalam manajemen
merupakan suatu sifat yang
dapat meningkatkan setiap atau
semua bentuk kecakapan
manajemen. Namun demikian,
sikap positif tidak dapat berdiri
sendiri. Oleh karena itu sikap
positif berkaitan timbal balik
dengan berbagai bentuk
kecakapan manajemen.
Mari kita tutup sesi ini dengan
mengandaikan anda sebagai
manajer personalia yang sedang
menghadapi pemogokan
karyawan. Bagaimana
kecakapan anda dalam
menangani masalah tersebut
dikaitkan dengan ciri-ciri
bersikap positif yang pernah
kita bahas di sesi 2? Berilah skor
pada setiap ciri mulai dari
negatif hingga positif:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1. Sangat tidak netral
———————————-Netral
2. Tidak mampu menguasai
———–Mampu menguasai
3. Tidak berpikir kreatif
——————-Berpikir Kreatif
4. Pesimis
———————————————
Optimis
5. Tidak efektif berkomunikasi—
Efektif Berkomunikasi
Tentu saja kita tidak bisa
memberi angka yang pasti
untuk mengukur tingkat sikap
positif anda. Namun, pada taraf
tertentu anda harus menilai
seberapa positif sikap anda
pada saat ini, dan apakah ada hal
yang harus diubah agar anda
dapat mengingkatkan sikap
positif anda. Boleh jadi anda
berpikir ada indikasi yang
menjadi ciri-ciri lain bersikap
positif dan itu sah-sah saja.
Yang penting di sini, semakin
tinggi nilai yang anda berikan
pada latihan di atas atau ciri-ciri
lain yang anda tambahkan, maka
semakin besar kemungkinannya
anda dapat bersikap positif
dalam manajemen anda.