Motivasi Cinta
June 16th, 2010 by Rahmat Mr.
Power
Apa
sebenarnya yang menjadi
motivasi cinta? Cinta yang
dimaksud adalah cinta kepada
sesama. Untuk cinta kepada
Allah, saya yakin sudah banyak
yang membahasnya. Pada kali
ini, saya ingin fokus membahas
tentang cinta kepada sesama
makhluq, terutama kepada
sesama manusia.
Motivasi cinta begitu kuat.
Banyak kasus, yang katanya
demi cintanya kepada sang
kekasih dia rela melakukan apa
pun, termasuk bunuh diri.
Belum lagi, coba dengarkan
lagu-lagu tentang cinta yang
sering mengatakan bahwa apa
pun akan dilakukan demi cinta.
Dalam film, sinetron, lagu, dan
berbagai budaya lainnya, sering
kali cinta begitu diagungkan.
Seolah segalanya. Sayangnya,
cinta tersebut didominasi oleh
cinta kepada lawan jenis. Dalam
agama Islam, bukanlah dilarang
untuk mencintai lawan jenis.
Laki-laki mencintai wanita dan
sebaliknya. Allah memang
menciptakan rasa cinta kepada
manusia. Karena cinta adalah
anugrah dari Allah, maka cinta
harus digunakan sesuai dengan
kehendak Allah SWT. Inilah yang
seharusnya menjadi motivasi
cinta.
Dari Anas bin Malik ra berkata:
Nabi Muhammad saw bersabda:
“ Seseorang tidak akan pernah
mendapatkan manisnya iman
sehingga ia mencintai
seseorang, tidak mencintainya
kecuali karena Allah; sehingga
ia dilemparkan ke dalam api
lebih ia sukai daripada kembali
kepada kekufuran setelah Allah
selamatkan darinya; dan
sehingga Allah dan Rasul-Nya
lebih ia cintai daripada
selainnya. ” (Imam Al Bukhari).
Hadits ini memang ditujukan
bagi kita yang mau merasakan
manisnya iman. Bukan
“ manisnya” pelampiasan hawa
nafsu. Oleh karena itu, dalam
mencintai seseorang (istri,
suami, anak, orang tua, dan
sebagainya) harus karena Allah
seperti yang dikatakan
Rasulullah saw dalam hadits
diatas: tidak mencintainya
kecuali karena Allah. Motivasi
cinta, harus karena Allah SWT.
Jika motivasi cinta kita hanya
karena Allah, maka siapa yang
dicintai dan bagaimana cara
mencintai harus sesuai dengan
ketentuan Allah SWT.
Bagaimana dengan pacar? Saya
tidak sedang membahas haram
tidaknya pacaran. Saya juga
tidak sedang membahas apakah
ada yang namanya pacaran
islami. Yang ingin saya
tekankan disini, jika kita
mencintai seseorang, siapa pun
itu, motivasi cinta tersebut
harus karena Allah SWT dan
sesuai dengan ketentuan Allah
SWT.
Yang kedua, sebesar apa pun
cinta Anda kepada sesama
makhluq, bahkan kepada anak
dan orang tua, tetap Allah dan
Rasul-Nya harus lebih dicintai.
Apalagi hanya cinta kepada
seorang pacar yang belum ada
ikatan hukum sama sekali dalam
pandangan agama. Jangan
sampai melebihi cinta kepada
Allah dan Rasul-Nya. Salah
satunya tidak melanggar
perintah Allah dan Rasul-Nya
demi cinta kepada kekasihnya.
Seperti mendekati zina apalagi
sampai melakukannya.
Manusia hidup hanyalah untuk
beribadah kepada Allah. Itulah
motivasi hidup sejati manusia.
Termasuk motivasi cinta. Cintai
istri karena Allah. Cintai suami
karena Allah. Cintai anak, orang
tua, kakak, dan sudara seiman
lainnya hanya karena Allah.
Karena inilah motivasi cinta
sejati.