1. Jika seorang pemenang
melakukan kesalahan, ia akan
berkata “Saya salah”. seorang
pecundang akan berkata “Ini
bukan salah saya” 2. Seorang pemenang percaya
bahwa kemenangannya
adalah keberuntungan
meskipun ia bukan
keberuntungan. Seorang
pecundang percaya bahwa
kekalahannya adalah nasib
buruk meskipun itu bukan
nasib buruk. 3. Seorang pemenang bekerja
lebih keras daripada
pecundang dan memiliki lebih
banyak waktu. Seorang
pecundang selalu ‘terlalu
sibuk’; terlalu sibuk dengan
kegagalan 4. Seorang pemenang berani
melangkah melewati
kegagalan. Seorang pecundang
hanya berani mengelilinginya 5. Seorang pemenang
menunjukkan penyesalannya
dengan memperbaiki
segalanya dimasa depan.
Seorang pecundang
mengatakan dirinya menyesal,
tetapi kemudian mengulang
kembali kesalahannya. 6. Seorang pemenang tahu apa
yang harus diperjuangkan dan
apa yang harus
dikompromikan. Seorang
pecundang melakukan
kompromi atas apa yang
seharusnya tidak
dikompromikan dan
memperjuangkan apa yang
tidak bernilai untuk
diperjuangkan. 7. Seorang pemenang akan
mengatakan “Saya baik, tapi
tidak sebaik yang
seharusnya”. Seorang
pecundang akan mengatakan
“Ya, saya tidak seburuk orang-
orang lain” 8. Seorang pemenang akan
menghormati orang yang di
atasnya dan akan berusaha
belajar dari mereka. Seorang
pecundang membenci orang-
orang yang ada di atasnya
dan berusaha mencari
kesalahan mereka 9. Seorang pemenang
bertanggung jawab lebih dari
pekerjaannya. Seorang
pecundang akan berkata
“Pekerjaan saya hari ini.” 10. Seorang pemenang akan
berkata, “Pasti ada jalan lain
yang lebih baik untuk
mengerjakannya.” Seorang
pecundang akan berkata,
“Mengapa diubah? Bukankah
itu cara yang sudah selalu
dilakukan?”
Semoga Bermanfaat
Dari : Denny, Richard.2007.
Motivate to Win. Jakarta. PT.
Gramedia. Cara Berpikir Kritis June 9th, 2010 by Rahmat Mr. Power Untuk memahami cara berpikir kritis, seberapa hari lalu, saya membuat sebuah pertanyaan untuk latihan dan mengetahui sejauh mana kita berpikir. Pertanyaan tersebut adalah: Polisi: “Anda ditilang karena menerobos lampu merah. ” Pengendara: “Saya melihat lampu hijau jadi saya jalan terus. Bapak cari-cari kesalahan saya saja !” Menurut Anda, siapa yang salah? Ada 84 jawaban yang masuk. Setelah saya analisa satu persatu, ternyata ada 4 jawaban yang benar berikut dengan alasannya. Sebenarnya, jawaban yang benar lebih dari 4, tetapi tidak menyertakan alasan atau alasan yang salah. Sementara keempat jawaban ini benar dan menyertakan alasan yang cukup kritis saat melihat permasalahan. Saya memang sengaja membuat pertanyaan sedemikian rupa sehingga hanya orang yang tahu cara berpikir kritis saja yang akan bisa menjawab. Dan, ternyata hanya 4 orang saja. Artinya hanya sekitar 5% saja yang berpikir kritis. Saya tidak tahu dengan sisanya. Apakah mereka menjawab dengan serius atau bercanda. Mudah- mudahan bercanda. Hanya saja jangan menjadi sebuah kebiasaan selalu melihat masalah dengan bercanda karena cara berpikir kritis akan hilang dari kita. OK, ini jawaban yang menurut saya benar: Akhmad Sehabudin: pengendara yang salah, karena istilah menerobos lampu merah itu berarti lampu merah dalam keadaan menyala, nah si pengendara mengatakan saya melihat lampu hijau, tapi tidak jelas apakah hijau menyala atau tidak CMIIW Robi Suherman: pengendara…karena pengendara hanya menyebutkan bahwa dia melihat lampu hijau tetapi tidak menyebutkan dia melihat lampu hijau menyala… Pelangi Digoel: Ad 3 lampu, lampu merah, kuning, hijau. Pengendara cma lhat lmpu hijau bkn lampu hijau yg menyala. Jd dia yg salah. Hehe Ganesha Van Walker: Kalau saya…MenuruT pengalaman saya sama temend2 saya yg suka kena tilang …Yang salah tUw si pengendara…Krna dia Cuma liat lampu hijau yg sedang tidak menyala … Memang banyak yang menjawab bahwa pengendara salah, tetapi tidak memberikan alasan atau alasan yang diberikan salah. Kuncinya disini ialah saya tidak menyebutkan lampu mana yang menyala secara langsung. Saya menyebutkan “ menerobos lampu merah” yang mengandung makna bahwa lampu merahlah yang menyala. Selamat untuk keempat orang tadi diatas yang tahu cara berpikir kritis dan menggunakan kemampuan tersebut sehingga mampu menangkap apa yang saya sembunyikan. Hikmah: Mudah- mudahan kita menerapkan cara berpikir kritis saat menerima berita dari berbagai sumber sehingga tidak asal menerima berita begitu saja.
BERUBAH ITU LANGKAH DEMI LANGKAH October 26th, 2010 by Rahmat
Banyak orang yang ingin berubah. Namun dia merasakan begitu sulit berubah. Apa penyebabnya? Anda pernah membaca artikel Bisakah Memakan Sepeda? Saat pertanyaan ini diajukan kepada peserta pelatihan saya, jawabannya macam-macam. Banyak yang mengatakan tidak mungkin. Bagaimana bisa memakan sepeda? Mereka anggap saya hanya bercanda. Padahal, orang yang memakan sepeda bukan fiktif bukan juga bercanda. Ini benar, adanya tercatat di Guiness Book of Record. Bahkan katanya, sudah terpecahkan oleh orang yang memakan Harley Davidson. Wow! Bagaimana bisa? Inilah kuncinya. Ini adalah kunci yang bisa membuat perbedaan sangat mendasar. Pemahaman inilah yang menjadikan seseorang menjelma menjadi orang hebat atau tidak. Inilah rahasia berubah ! Rahasia Berubah Itu Langkah Demi Langkah Orang bisa memakan sepeda, bahkan Harley Davidson, karena mereka memakannya secara bertahap. Pemakan sepeda memotong-motong sepedanya, bahkan dihancurkan, kemudian dimakan sedikit demi sedikit. Akhirnya dia bisa menghabiskan sepeda (masuk ke dalam perutnya) dalam waktu 3 bulan. Lama? Iya, memang lama. Tetapi berhasil. Jika sepeda hanya pelototi saja. Jika kita hanya memikirkan bagaimana cara makan sepeda sekaligus, kita bisa menyerah. Langsung saja kita mengatakan: “Mustahil!” Begitu juga dalam berubah. Jika Anda ingin menjadi seseorang yang lebih baik, mulailah berubah. Langkah demi langkah, jangan berpikir sekaligus. Saat kita berpikir bahwa kita harus berubah sekaligus, meski mulut tidak berucap, pikiran bawah sadar kita akan mengatakan itu mustahil. Apa akibatnya? Dia tidak mengambil langkah untuk berubah. Bagaimana kita bisa menghafal Al Quran? Bukankah banyak sekali? Para penghafal Al Quran menghafal ayat demi ayat, bahkan bisa jadi satu ayat pun di potong-potong dulu agar mudah menghafalnya. Berubah itu selangkah demi selangkah. Sama seperti Anda makan, sesuap demi sesuap. Berubah Sedikit Tetapi Kontinyu Sepotong demi sepotong, sepeda pun habis dimakan. Selangkah demi selangkah, para pelari marathon pun bisa melalui puluhan kilo meter. Putaran demi putaran ban mobil Anda, ratusan kilo meter pun bisa ditempuh. Jangan anggap sepele perubahan yang kecil atau sedikit. Jika dilakukan secara kontinyu, akan membawa perubahan besar dalam hidup Anda. Seorang trainer (Wiwoho) pernah mengatakan Kesuksesan besar adalah kasil dari kumpulan kesuksesan-kesuksesan kecil . Rasulullah saw, dengan indah bersabda: Amalan-amalan yang paling disukai Allah ialah yang lestari (langgeng atau berkesinambungan) meskipun sedikit. (HR. Bukhari) Lakukanlah perubahan itu, meski pun kecil, sebab tidak ada yang kecil jika kita melakukan secara terus menerus, langkah demi langkah. Siap-siap…. berubah!
MARIO TEGUH Sahabat Indonesia yang sedang dalam perhatian penuh kasih dari Tuhan Yang Maha Perkasa, yang keindahan hati dan hidupnya ditentukan oleh kepatuhannya kepada yang benar. Jika diri Anda dan yang Anda lakukan menyemangati orang lain untuk menjadi pribadi baik yang berupaya membaikkan kehidupan diri dan keluarganya, Anda sudah menjadi pemimpin. Jangan ragukan tugas kekhalifahan Anda dalam kehidupan ini.
MARIO TEGUH Kita bisa melompat-lompat dengan semangat tinggi, tapi jika kita tidak segera melakukan yang harus kita lakukan, kita justru akan kehilangan hormat kepada motivasi. Jadikanlah motivasi Anda itu seperti api dalam sekam. Tidak terlihat, tidak terdengar, tetap tampil bersahaja, tapi tak putus bekerja membangun nilai, dan memperluas jaringan. Setelah itu, Anda akan menjadi The Hot New Name In Town. Amien Mario Teguh